Leicester City secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih kepala asal Italia, Claudio Ranieri.
Setelah sembilan bulan mempersembahkan gelar juara Premier League 2015/2016, Ranieri akhirnya ditendang karena tampil buruk musim ini.
Masa depan pria berusia 65 tahun itu sebenarnya sudah diambang pemecatan sejak posisi The Foxes terus mengalami penurunan.
Leicester saat ini sudah satu langkah lagi menuju zona degradasi kompetisi domestik.
Namun, Jamie Vardy dkk berhasil lolos dari fase grup Liga Champions.
Di laga terakhir leg pertama babak 16 besar, mereka kalah dari tuan rumah Sevilla yang berakhir dengan skor 2-1.
Hasil itu tak cukup untuk menyelamatkan Ranieri.
Daily Mail, pada Jumat (24/2/2017), memberitakan bahwa Ranieri tidak lagi memegang jabatan kursi pelatih kepala.
Aksi heroiknya musim lalu berakhir mengenaskan.
Ranieri bisa dibilang telah menorehkan pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris.
Sebuah klub yang baru naik kasta ke Liga Primer Inggris bisa menjadi juara sekaligus tampil di ajang elite Liga Champions.